Siapa yang Buat Permen Yaa…??
Para ahli pernah menemukan permen purba di Mesir sekitar 3500 tahun yang lalu. Dan di tempat lain juga pernah ditemukan gumpalan madu kering yang diduga dijadikan permen oleh manusia purba saat itu. Sejarah perkembangan permen (Anonymous, 2010a):
· 1828: Permen coklat pertama di dunia diciptakan oleh seorang Belanda, Conrad J. Van Houten yang memeras biji coklat yang dimasaknya yang kemudian dicampur gula hingga menjadikannya permen.
· 1869: Thomas Adams, seorang Amerika yang menciptakan permen dari bahan karet. Penemuannya tak sengaja karena awalnya ia ingin membuat mainan hingga ban sepeda namun percobaannya selalu gagal. Ketika ia memasukan karet ke dalam mulutnya timbulah ide untuk menambahkan rasa di karet itu hingga terciptalah permen karet. Pada tahun 1871 temuannya yang berupa permen karet dipatenkan.
· 1875: Henry Nestle, seorang pembuat susu kental manis dan Daniel Peter, seorang pembuat coklat. Memadukan dua unsur berupa susu kental manis dan coklat menjadi satu dan mendirikan perusahaan coklat susu pertama di dunia.
· 1908: Lolly Pop, permen bertangkai ini diberi nama oleh George Smith H, berdasarkan nama kuda balapnya. Tak banyak diketahui awal dari keberadaan permen lollypop ini. Nanum mesin pembuat permen Lolly Pop diciptakan oleh Samuel Born warga Amerika keturunan Rusia.
· 1912: Clarence Crene menciptakan permen mint, ia sendiri sebelumnya membuat permen coklat, namun karena permen coklat mudah meleleh pada saat musim panas akhirnya ia mencoba membuat permen dari bahan yang lain. Keberadaan permen mint itu sendiri sebenarnya sudah ada di daratan Eropa namun kebanyakan berbentuk persegi. Crene akhirnya mencoba membuat permen mint dengan bentuk yang lain yaitu bulat dan bolong ditengahnya. “Life saver” itulah nama awal permen ini disebut karena memang bentuknya mirip seperti pelampung atau ban penyelamat, dan sekarang permen ini lebih dikenal orang dengan sebutan permen polo.
Sejarah pembuatan permen (Anonymous, 2010a):
· Kata "permen" berasal dari bahasa Arab gand i, yang berarti konfeksi gula.
· Semua bangsa kuno membuat manisan dengan bahan madu.
· Di negara Cina, India, orang-orang dari Timur Tengah, Mesir, Yunani dan Romawi menggunakan madu untuk menyelimuti buah, bunga, biji atau batang tanaman.
· Mesir Kuno menggunakan madu untuk mempertahankan kacang-kacangan dan buah-buahan.
· Pada Abad Pertengahan, dokter menggunakan madu untuk menutupi rasa buruk obat-obatan supaya tidak berasa pahit.
· Pada abad ke-17, koloni Amerika Utara menemukan permen sirup maple dan oleh koloni selatan digunakan untuk benne-biji (biji wijen) kue.
· Di New Amsterdam dikenal "marchpane" atau "marzipan."
· Candy telah ditemukan dalam sejarah Inggris pada awal abad ke-15.
· Karamel dikenal di awal abad 18 dan lolipop di tahun 1780an.
· Di awal abad ke 19 dipopulerkan hard candy yang terbuat dari lemon dan rasa peppermint.
· Pada tahun 1851, Pameran Besar di London memperkenalkan "Perancis-style" permen yang kaya krim.
· Pada tahun 1875, coklat susu ditemukan di Swiss dan di akhir abad ke 19, fenomena membuat permen di Amerika.
Permen karet bukan merupakan jenis penganan baru. Meskipun masih terbuat dari bahan yang sederhana dan belum memiliki jenis yang beragam seperti sekarang, tapi sebuah bentuk kunyahan yang berfungsi sebagai permen karet sudah dikenal oleh orang-orang pada masa Yunani kuno. Berikut ini adalah urutan penemuan yang disusun sesuai kurun waktu dan dianggap sebagai rangkaian sejarah perkembangan permen karet (Anonymous, 2010b).
· Orang Yunani kuno mengunyah penganan yang disebut Mastiche, permen karet yang terbuat dari getah pohon dammar wangi.
· Anggota suku Maya kuno dikabarkan biasa mengunyah kunyahan yang dibuat dari getah tumbuhan yang disebut dengan nama pohon Sapodilla.
· Sedangkan orang-orang dari suku Indian yang bermukim di Amerika Utara memiliki kegemaran mengunyah getah dari pohon-pohon cemara.
· Para imigran awal benua baru Amerika membuat permen karet dari getah pohon cemara dan lilin lebah.
· Pada tahun 1848, John B. Curtis membuat dan menjual permen karet komersial pertama yang disebut dengan nama State of Maine Pure Spruce Gum.
· William Finley Semple menjadi orang pertama yang memiliki paten permen karet pada tanggal 28 Desember 1869.
· Sedangkan pada tahun 1871, Thomas Adams berhasil memperoleh paten untuk mesin pembuat permen karetnya.
· Pada tahun 1880, John Colgan menemukan cara untuk membuat permen karet memiliki rasa yang lebih enak yang tetap terasa dalam waktu yang lebih lama ketika dikunyah.
· Tutti-Frutti, sebuah produk permen karet buatan Thomas Adams telah menjadi produk permen karet pertama yang dijual dengan menggunakan mesin penjual otomatis pada tahun 1888. Selanjutnya mesin-mesin penjual permen karet itu di letakkan di stasiun kereta bawah tanah di kota New York.
· Masih di kota New York juga, pada tahun 1899, seorang apoteker bernama Franklin V. Canning membuat permen karet yang berfungsi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.
· Pada tahun 1906, Frank Henry Fleer membuat permen karet yang disebut Blibber-Blubber. Sebuah permen karet yang setelah dikunyah bisa ditiup hingga menggelembung seperti balon. Namun permen karet buatan Frank Henry Fleer tersebut tidak pernah dijual secara komersial.
· Permen karet dengan merk Wrigley Doublemint pertama kali dibuat pada tahun 1914. Si pembuatnya, William Wrigley Jr. dan Henry Fleer, menambahkan mint dan ekstrak buah-buahan ke dalam permen karet buatan mereka itu.
· Dan pada tahun 1928, seorang pegawai perusahaan Frank H. Fleer yang bernama Walter Diemer menciptakan permen karet berwarna merah mudah yang disebut Double Bubble, permen karet yang bisa ditiup menggelembung seperti balon setelah dikunyah rata. Seperti telah disebutkan sebelumnya, permen karet jenis ini sudah pernah dibuat oleh Frank Henry Fleer pada tahun 1906. Resep permen karet buatan Fleer itu kemudian disempurnakan oleh Walter Diemer, yang menyebut produknya dengan nama Double Bubble. Dan sejak saat itu, budaya mengunyah permen karet menyebar dan menjadi populer di seluruh penjuru dunia.
Ternyata permen karet punya banyak manfaat. Salah satu diantaranya adalah untuk mencegah kerusakan pada gigi. Sebuah fakta ilmiah membuktikan bahwa mengunyah permen karet dari jenis yang bebas gula dapat melindungi gigi dari kerusakan. Selain itu, mengunyah permen karet dapat menggantikan fungsi menggosok gigi setelah makan. Tentu saja ini hanya alternatif sementara saja. Terutama jika karena suatu hal terpaksa kita meluangkan waktu makan di luar rumah dan tidak membawa sikat dan pasta gigi (Anonymous, 2010b).
Mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan kinerja berbagai aktivitas yang memerlukan perhatian, konsentrasi dan kewaspadaan. Misalnya pengemudi yang mengunyah permen karet sambil menyetir memiliki respons yang lebih baik dalam berkendaraan. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang menunjukkan, dengan mengunyah permen karet sambil menyetir akan melancarkan aliran darah ke otak, dan dapat juga mengurangi rasa ngantuk (Anonymous, 2010b).
Hasil riset menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu meningkatkan daya ingat. Kemampuan untuk mengingat kata-kata dapat ditingkatkan sebanyak 35% dari awal mengunyah. Penelitian bersama University of Northumbria dan Cognitive Research Unit (Reading) di Inggris, membuktikan bahwa mengunyah permen karet berefek positif pada tugas-tugas kognitif seperti berpikir dan mengingat. Pengunyah permen karet ternyata bisa mengingat lebih banyak kata dan tampil lebih baik dalam uji ingatan. Ahli dari University of Northumbria berpatokan pada 2 teori. Pertama, bahwa mengunyah akan meningkatkan detak jantung, menyebabkan lebih banyak O2, dan nutria yang dipompa ke otak. Kedua, mengunyah akan meningkatkan produksi insulin, merangsang bagian otak yang berhubungan dengan daya ingat (Anonymous, 2010b).
Manfaat lainnya, mengunyah akan merangsang sinyal di bagian otak tengah. Dalam hal ini kuncinya adalah gerakan ritmiknya yang berulang-ulang. Tidak ada bedanya permen karet dengan berbagai macam rasa, yang penting adalah perulangan gerakan mengunyahnya dan kandungan dari permen karet tersebut yang mendukung pemeliharaan kesehatan gigi khususnya (Anonymous, 2010b).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar