Kamis, 17 Maret 2011

kacamata

Kacamata 


 


Tak banyak orang yang tahu bahwa orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia yang menjadi dasar teori optik modern adalah ilmuwan Muslim asal Irak. Namanya Ibnu Al-Haytham atau di barat dikenal dengan nama Alhazen. Lewat karya ilmiahnya, Kitab Al Manadhir atau Kitab optik, ia menjelaskan berbagai ragam fenomena cahaya termasuk sistem penglihatan manusia. Selama lebih dari 500 tahun, Kitab Al Manadhir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optik. Di tahun 1572 M, karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus.
Haytham mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detail bagian indera penglihatan manusia. Ia memberikan penjelasan yang ilmiah tentang bagaimana proses manusia bisa melihat. Salah satu teorinya yang terkenal adalah ketika ia mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemeus dan Euclid. Kedua ilmuwan ini menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya yang keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu Al-Haytham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat.
Haytham juga menulis buku tentang matematika, kosmologi, dan evolusi. Sayangnya, dari sekian banyak karyanya, bukunya diperkirakan berjumlah 200 lebih hanya sedikit yang tersisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab Al Manadhir, tidak diketahui lagi rimbanya. Orang hanya bisa mempelajari temuannya melalui terjemahannya yang ditulis dalam bahasa Latin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar