Sejarah High Heels
Hal ini ditemukan dalam sejarah Mesin Kuno. Pada Zaman ini kaum bangsawan menggunakan alas kaki dari potongan kulit. Inilah cikal bakal sepatu.
Adapun sepatu yang bersol karet seperti yang kita kenal sekarang ini baru diproduksi untuk pertama kalinya pada 1800. Pada 1892 Goodyear membuat sepatu karet yang kemudian diberi nama Keds, atau yang lebih akrab kita kenal dengan sebutan “sepatu kets”.
Melompat lebih jauh dari sekadar alas kaki, sepatu untuk kebutuhan olahraga dibuat pada 1917 ketika Converse memproduk sepatu basket pertama, Converse All Star. Pada tahun yang sama, sepatu kets menjadi sepatu atletik pertama yang diproduksi secara besar-besaran.
Pada 1924, Adi Dassler mendirikan Adidas yang kemudian memproduksi sepatu tenis pertama pada 1931. Tidak mau ketinggalan, sepatu sepak bola pun lahir ketika perusahaan Puma berdiri pada 1948 yang memproduksi sepatu Puma Atom. Sepatu ini digunakan oleh tim sepak bola Jerman Barat saat itu.
Sedangkan Nike yang terkenal itu menyusul nongol pada 1962. Pada 1985, Nike menjadi ikon sepatu basket memanfaatkan popularitas sang legenda basket Chicago Bulls, Michael Jordan.
Dari Olahraga ke Mode
Tentu, kebutuhan kita akan sepatu tidak melulu untuk olahraga. Dalam sejarahnya, tren sepatu beringsut dari olahraga ke mode. Pada awal 1950-an, sepatu sneakers menjadi tren di kalangan anak muda yang biasanya memadukan sepatu jenis ini dengan celana jeans. Pada tahun ini juga sepatu ber-hak tinggi (high heels) yang populer dengan sebutan “stiletto” marak digunakan.
Pada 1970, sepatu ber-hak setinggi 2 sampai 5 inci diincar oleh para pengikut mode. Tren sepatu kembali ke era sepatu bersol rata pada 1990 ketika ramai model persegi dan berwarna. Namun, sepatu ber-hak segera kembali ke kejayaannya.
Sepatu high heels dengan model wedge shoes (bertumit sebiji) menjadi tren di kalangan wanita pada era 2006 - 2008. High heels terus menjadi incaran para wanita yang ingin menonjolkan sisi kecantikan lewat alas kakinya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar